kaleidoskop okezone.com

getting time ...

KALEIDESKOP

Periskop 2012

Pacuan 'Mesra' Madrid-Barca

A. Firdaus - Okezone
Rabu, 04 Januari 2012 12:00 wib
Jose Mourinho (kanan) terlihat bersalaman dengan Josep Guardiola (kiri) foto: Daylife
Jose Mourinho (kanan) terlihat bersalaman dengan Josep Guardiola (kiri) foto: Daylife

BICARA tentang La Liga Spanyol, tak dapat dipungkiri 10 tahun belakangan ini didominasi oleh dua klub saja, Barcelona dan Real Madrid. Paling hanya satu atau dua tim yang mengganggu ‘keharmonisan’ mereka dalam memburu gelar.

Barca-Madrid terlihat ‘mesra’ dalam berlomba-lomba mengoleksi gelar demi menjadi yang terbaik di negeri Matador tersebut. Bahkan pada tabel klasemen terlihat jarak antara peringkat kedua ke peringkat ketiga tergolong cukup jauh.

Kasus itu terjadi pada musim lalu, di mana Valencia yang berada di peringkat ketiga dengan koleksi 71 poin, terpaut 21 angka dengan Los Blancos yang saat itu harus puas menjadi runner up dengan 92 poin. Sedangkan untuk juaranya, masih dipegang Barcelona yang mengoleksi 96 angka.

Sedikit menilik ke belakang, Barca merupakan juara La Liga dalam tiga tahun terakhir. Mereka mulai menambah koleksinya setelah mematahkan dominasi Madrid pada musim 2008/2009.

Pada musim ini, peta kekuatan La Liga masih akan tetap didominasi Madrid dan Barca. Dengan sedikit kesetiaan dari Valencia yang membuntuti dengan dua rival abadi itu dengan menempati posisi ketiga klasemen sementara paruh musim ini.

Kehadiran Malaga yang pada musim panas lalu dengan memborong beberapa pemain anyar pun untuk bersaing dengan Barca-Madrid, kini tak kunjung kelihatan berita kesuksesan mereka.

Sekarang kita bicara peluang Madrid dan Barca. Pada libur musim dingin ini, Madrid berhasil meraih campione de Invierno 2011 dengan memiliki 40 poin, Barca menguntitnya dengan 37 poin.

Dengan sisa 22 pertandingan, Madrid kemungkinan besar akan memanfaatkan momen ini (pemimpin klasemen) untuk bisa menjadi yang terbaik musim ini, sekaligus mematahkan dominasi Barca tiga tahun belakangan ini. Hal itu didasari oleh kesempatan di tahun kedua pelatih mereka, Jose Mourinho, di mana dia selalu meraih kesuksesan pada edisi keduanya melatih sebuah klub.

Di Chelsea dan di Inter Milan, pelatih yang berjuluk The Special One ini bisa mengangkat trofi di musim keduanya. Bahkan tidak tanggung-tanggung, Mourinho membawa Inter meraih Treble Winner (juara Serie A, Piala Italia, dan 
Liga Champions) untuk pertama kalinya sepanjang klub ini berdiri pada musim 2009-2010.

Dengan prestasinya yang cukup unik, musim ini bisa dibilang Mou akan menciptakan masa emas edisi ketiganya dengan membawa Madrid sukses di berbagai ajang. Tapi yang utama adalah dia ingin mematahkan upaya Barca mempertahankan gelar La Liga untuk keempat kalinya secara beruntun,

Meski sudah menelan dua kekalahan di pertengahan musim ini, Madrid tetap memiliki permainan yang efektif, dibandingkan dengan Azulgrana. Cristiano Ronaldo cs mampu meraup 13 kemenangan dengan hanya sekali meraih hasil imbang.

Sedangkan bagi Barca, mereka bukan tanpa gairah di musim ini. Meski terus membuang peluang dengan selalu mendapatkan hasil imbang, anak-anak asuhan Pep Guardiola ini memiliki modal penting dalam mengarungi sisa kompetisii yang terbilang masih cukup panjang ini.

Meski hanya meraih 11 kemenangan dari 16 pertandingan, namun salah satu kemenangan Barca sedikit spesial di paruh pertama lalu. Mereka berhasil mempecundangi Madrid 3-1 di Santiago Bernabeu. Itu merupakan modal bagus untuk tetap menjaga peluang mempertahankan gelar La Liga mereka.

Tak Ada (Lagi) El Clasico di Final Copa del Rey
Untuk ajang Copa del Rey, tampaknya akan menggelar laga el Clasico lebih dini. Kedua kubu seteru, Madrid dan Barca akan bertemu di kasta kedua di ranah Spanyol ini.

Posisi mereka yang berada satu garis memaksa mereka untuk bertemu di perempatfinal musim ini. Dengan catatan, kedua klub itu berhasil mengalahkan lawan-lawannya di babak 16 besar. Madrid berhadapan dengan Malaga, sedangkan Barca bertemu Osasuna.

Di atas kertas Madrid-Barca bisa mengatasi lawan-lawannya. Tapi di atas lapangan, tampaknya tak seindah yang dibayangkan. Pada leg pertama Rabu (4/1/2012) dini hari tadi, kesulitan melanda Los Merengues.

Bermain di kandang sendiri, Madrid dikejutkan dengan permainan anak asuhan Manuel Pallegrini di babak pertama dengan berhasil unggul 2 gol lebih dulu. Meski, di babak kedua Madrid bisa membalikkan keadaan menjadi 3-2. Tapi posisi mereka terancam di leg kedua nanti yang digelar di Estadio La Rosaleda. Malaga hanya butuh hasil 1-0 untuk bisa mengantarkan mereka meraih tiket perempat final.

El Pichichi, Antara Messi, Ronaldo, dan Higuain
Lionel Messi dari Barcelona dan Cristiano Ronaldo dari Real Madrid menjadi pelengkap kedigdayaan kedua klub ini di Spanyol.

Dengan ketajaman mereka di lini depan sangat membantu kedua tim ini menjadi yang terbaik. Ya paling tidak gelar El Pichichi (Top skor) menjadi gelar penghibur, jika tim yang mereka bela gagal meraih juara.

Tapi El Pichichi kali ini agak sedikit ramai, sebab hadirnya pelakon baru bernama Gonzalo Higuain di jajaran top skor La Liga. Meski Ronaldo masih menjadi yang terbaik di paruh pertama dengan 20 gol. Disusul Messi dengan koleksi 17 gol, namun kehadiran Higuain akan memberikan kejutan mengkudeta Messi dari posisi kedua.

Ronaldo yang merupakan pesaing Messi baik dalam memperebutkan El Pichichi ataupun Ballon d’Or dalam beberapa tahun belakangan ini, mempertunjukan hasil fantastis dengan mencetak 20 gol dari 15 laga. Berarti pemain yang berjuluk CR7 ini rata-rata mencetak 0,75 gol.

Cukup fantastis, apalagi Ronaldo mencetak lima kali Hattrick selama 15 laga itu (Sevilla dengan skor akhir 6-2, Osasuna 7-1, Malaga 4-0, Rayo Vallecano 6-2, dan Real Zaragoza). Wow menakjubkan.

Di sisi lain, permainan Messi masih seperti biasa. Tapi meski bermain adem ayem dia juga tak absen memberikan kebiasaannya untuk mencetak hattrick. Tercatat dalam 15 pertandingan, Messi berhasil mencetak hattrick sebanyak tiga kali (Mallorca skor akhir 5-0, Atletico Madrid 5-0, Osasuna 8-0).

Higuain tak kalah mentereng, striker Timnas Argentina itu juga mencetak dua kali hattrick dalam 15 pertandingan yang dijalaninya. Di antaranya Higuain mencetaknya pada laga melawan Real Betis dengan skor akhir 4-1 dan Espanyol di mana skor akhir 4-0.

Villarreal Terancam Zona Merah
Finish di posisi keempat musim lalu tak menjadi acuan untuk menjadi lebih baik di musim ini. Hal itulah yang dirasakan Villarreal yang musim ini harus berjibaku terhindar dari zona merah alias zona degradasi.

Itu tak lepas dari catatan buruk pelatih Juan Carlos Garrido yang membuat The Yellow Submarine julukan Villarreal ini harus tersingkir dari Liga Champions dan membuat tim berdominan kuning ini betah di peringkat 17 klasemen sementara La Liga, yang berarti satu tingkat di atas zona merah.

Kini, Villarreal harus berjuang mati-matian agar terhindar dari zona degradasi. Pasalnya, selisih poin Nilmar cs ini sama dengan Sporting Gijon yang bercokol di tiga urutan bawah tabel La Liga dengan 15 poin. Dan, hanya berselisih lima poin dengan tim juru kunci Real Zaragoza yang hanya memiliki nilai 10.

(mbs)