kaleidoskop okezone.com

getting time ...

KALEIDESKOP

Kaleidoskop Internasional 2011

Akhir Tragis si Singa Gurun Pasir

Aulia Akbar - Okezone
Sabtu, 31 Desember 2011 10:23 wib
Muamar Khaddafi (Foto: AFP)
Muamar Khaddafi (Foto: AFP)

MOAMMAR Khadafi, seorang yang dianggap sebagai pahlawan bagi beberapa kalangan, sekaligus sebagai tiran bagi Barat dan sekutunya. Sosok Khadafi yang tewas di tangan rakyatnya pada 20 Oktober lalu, selalu dipandang oleh Barat sebagai tokoh anti-demokrasi.


Ajal pun menjemput sang penguasa Libya di kota kelahirannya, Sirte. Saat dirinya mencoba untuk kabur, Khadafi dihadang oleh para pasukan revolusi Dewan Transisi Nasional (NTC). 
Pemimpin yang selalu menantang serangan Amerika Serikat (AS) dan North Atlantic Treaty Organization (NATO) itu tak berdaya dan dihajar oleh rakyatnya sendiri, hingga akhirnya ditembak mati.

Konon kabarnya, Khadafi sempat bersantai sebelum dirinya tewas dihajar massa. Menurut mantan pengawal Khadafi yang tertangkap oleh NTC, Khadafi dikabarkan menghabiskan waktunya dengan membaca, menulis surat, atau menyeduh tehnya di atas kompor. 
Beserta Dao, Moammar Khadafi mengendarai mobil Toyota Landcruiser dari Sirte, mencoba untuk melarikan diri, namun pesawat NATO melancarkan bombardirnya ke rombongan Khadafi. Dao pun terluka dan ditangkap, sementara itu Khadafi dihakimi.

Pria yang berkuasa di Libya pada 1 September 1969 itu merupakan pengagum mantan Pemimpin Mesir Gamal Abdul Nasser yang terkenal dengan pemikiran Pan-Arabisme (persatuan bangsa Arab), dirinya juga menolak untuk tunduk pada paham Barat.

Lewat sebuah kudeta, Khadafi menghapuskan sistem monarki Libya dan menggulingkan Raja Idris. Dirinya langsung mencetuskan filosofi politiknya yang menjadi alternatif bagi sosialisme dan komunisme, serta mengandung ideologi Islam.

Khadafi selalu menentang demokrasi yang diusung oleh negara-negara Barat. Bagi pria yang dijuluki Singa Gurun Pasir itu, demokrasi Barat adalah palsu dan konyol. Tidak ada negara di dunia ini yang menerapkan demokrasi selain Libya. Khadafi juga mengatakan, pemerintahannya memberikan kesempatan bagi rakyatnya untuk mengungkapkan aspirasinya lewat Kongres Rakyat.

Mendiang Presiden AS Ronald Reagan menyebut Khadafi dengan sebutan "anjing gila." Khadafi juga sempat dinyatakan terlibat dalam beberapa serangan teror. Meski demikian, pada tahun 2000 silam, pria yang sempat menjalankan pendidikan di akademi militer itu tampak mulai melunak. Pada 2003 silam, dirinya memberikan kompensasi terhadap keluar korban insiden pengeboman pesawat Pan Am yang menewaskan 256 orang di Lockerbie.

Kolonel Khadafi juga melontarkan kecaman terhadap terorisme dan dirinya bahkan melucuti senjata pemusnah massalnya, setelah Saddam Hussein lengser dari Irak akibat invasi AS. Menteri Luar Negeri AS pada saat itu, Condoleeza Rice, juga mengadakan lawatan ke Libya semenjak Singa Gurun Pasir itu sudah mulai jinak, dan Khadafi pun tampak mengagumi Rice yang berkulit hitam itu.

Waktu pun terus berjalan dan munculah revolusi di dunia Arab yang mengakhiri dinasti militer Mesir pada Februari 2011, serta masa kepresidenan Tunisia. Libya pun dilanda oleh gerakan demonstrasi massal, namun KHadafi memilih untuk melancarkan perlawanan menumpas NTC.

Peperangan pun berlangsung hingga akhirnya Tripoli jatuh ke tangan NTC yang dibantu oleh NATO pada Agustus lalu. Khadafi pun hilang namun suaranya selalu terdengar dan tersiar dari stasiun televisi asal Suriah.

Khadafi menganggap NTC adalah tikus-tikus yang harus dibasmi, dirinya bahkan memerintahkan para warganya agar terus berperang mengusir NTC dari wilayah Libya. Namun, NATO berhasil melumpuhkan sektor pertahanan Libya dan memberikan akses masuk para pasukan NTC yang akhirnya membunuh Khadafi.
Setelah tewas, Khadafi pun tidak langsung dikuburkan, jenazahnya bahkan dipamerkan di lemari pendingin di pusta perbelanjaan dan warga pun berduyun-duyun menyaksikan jenazah mantan penguasa Libya itu.

Tubuh Khadafi tampak penuh luka, dan hanya mengenakan celana coklat tanpa baju. Beberapa hari kemudian, jenazah Khadafi pun diangkut dan dimakamkan di tempat rahasia guna menghindari serangan balas dendam. Pemakaman rahasia itu juga dilakukan untuk menghindari para loyalis Khadafi yang dikhawatirkan akan mengkultuskan makam Khadafi.

"Khadafi sudah menyiksa banyak orang dan banyak warga Libya ingin mencari jasadnya. Kami harus memastikan, makam Khadafi tidak akan ditemukan warga," ujar Komandan pasukan NTC dari Misrata Bashir Ali, seperti dikutip Associated Press, Sabtu (22/10/2011) lalu.

Pascakematian Khadafi, Perdana Menteri Abdurrahim Al Keib ditunjuk sebagai kepala pemerintahan Libya. Libya juga tampak mengalami pergolakan politik yang cukup serius. Para mantan pasukan revolusi yang menumbangkan rezim Khadafi tampak berdemo, menuntut kesejahteraan dan gaji mereka.

Pasukan revolusi itu mengaku, dirinya tidak dibayar sejak meletusnya demonstrasi besar di Libya. Warga etnis juga tampak melontarkan kecamannya terhadap Pemerintah Libya yang baru dengan mengatakan, mereka tidak sanggup mempersatukan Libya. 

(rhs)