kaleidoskop okezone.com

getting time ...

KALEIDESKOP

Kaleidoskop Ekonomi 2011

Akhirnya, Kuota BBM Jebol Lagi!

Saugi Riyandi - Okezone
Kamis, 29 Desember 2011 14:51 wib
Ilustrasi
Ilustrasi

KUOTA Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi menjadi salah satu hal dilematis bagi pemerintah sepanjang 2011. Pasalnya, BBM bersubsidi saat ini ternyata masih kurang tepat sasaran. Hasilnya, sebelum mendekati akhir tahun, yakni pada November 2011 kuota BBM bersubsidi sudah habis.

Hingga 11 Desember 2011, konsumsi BBM subsidi telah mencapai 102,8 persen dari kuota subsidi yang telah ditetapkan.

VP Corporate Communication Pertamina Mochamad Harun menjelaskan, konsumsi BBM bersubsidi sampai 11 Desember 2011 sudah mencapai angka 39,23 juta kiloliter (kl). Konsumsi tersebut terdiri dari 24 juta kl premium, 1,6 juta kl minyak tanah, dan 13,64 juta kl solar.

"Kuota BBM bersubsidi totalnya adalah 40,36 juta kl sampai akhir tahun, atau 38,15 juta kl per 11 Desember 2011. Dibandingkan dengan kuota per 11 Desember 2011, realisasi konsumsi yang terbesar terjadi pada produk premium yaitu mencapai 103,6 persen. Realisasi konsumsi solar mencapai 102,7 persen, sementara realisasi konsumsi minyak tanah mencapai 95,1 persen," ungkap Harun.

Sesuai dengan amanat APBN 2011, BBM bersubsidi ditetapkan dengan kuota sebanyak 38,6 juta kl. Namun, banyak kendaraan bermotor yang masih menggunakan BBM bersubsidi. Akhirnya pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral meminta tambahan kuota tersebut lewat APBN-P 2011 sebanyak 40,49 juta kl.

Jumlah kuota tersebut sudah dihitung dengan perayaan dua event besar yang menjadikan Indonesia sebagai tuan rumahnya yaitu, KTT Asean dan Sea Games. Tetapi Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi KESDM Evita Legowo mengatakan kedua even tersebut bukan penyebab jebolnya kuota BBM subsidi melainkan disparitas harga antara BBM bersubsidi dan BBM nonsubsidi yang tinggi. Akibatnya, banyak penyimpangan penggunaan BBM bersubsidi.

"Banyak beberapa kendaraan seharusnya tidak mengambil, tapi masih memakai BBM bersubsidi karena disparitas harga. Jadi harapan kita waktu itu harga BBM nonsubsidi tidak setinggi ini, harapan kita orang masih mau beli yang BBM nonsubsidi, tapi sebagai manusia karena harganya terlalu tinggi, dia ngambil juga," tutur Evita.

Sementara itu Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan mengatakan, guna menyukseskan acara SEA Games dan Asean Summit, maka kuota BBM bersubsidi telah habis digunakan. Dia memproyeksi, kemungkinan kelebihan kuota BBM bersubsidi sampai akhir tahun mencapai 1,4 juta kl.

"Di akhir tahun prognosa kelebihan penggunaan BBM 1,4 kl. Sampai sekarang belum tahu pertamina dibayar atau tidak," ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya telah melakukan pembatasan pengkitiran di daerah-daerah guna mengurangi agar kuota tersebut tidak membengkak. "Pengkitiran (pengurangan) volume distribusikan dikontrol sedikit-sedikit, kita kendalikan sudah lama. Memang kebutuhan riil masyarakat meningkat jadi bengkak," ujar Harun.

Harun mengatakan saat ini belum ada pengaturan yang jelas pembatasan BBM bersubsidi maka pihaknya berusaha untuk mengatur pasokan BBM bersubsidi. "Aturannya belum jelas. Tidak jelas memang soal yang berhak dapat subsidi. Kalau tidak kita kitir lebih besar lagi bukan tidak ada efektivitas, over kuotanya bisa lebih lagi," jelasnya.

Jebolnya kuota BBM tersebut diindikasikan karena jumlah kendaraan bermotor yang meningkat tajam sehingga pemerintah kurang mengantisipasi melonjaknya kendaraan tersebut.

Menteri ESDM Jero Wacik mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini tergolong bagus. Hal ini terlihat dari penambahan jumlah sepeda motor yang mencapai tujuh juta unit sepanjang 2011 ini. "Pertumbuhan ekonomi kita bagus, karena bagus tidak begitu kuat antisipasi perencanaan 2010. Sehingga, motor saja bertambah tujuh juta dalam satu tahun," ungkapnya.

Namun, Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo membantah hal tersebut. dirinya menegaskan kendaraan bermotor bukan menjadi penyebab jebolnya kuota. "Iya tidak apa-apa kalau misalnya semua orang pakai motor. Toh di Vietnam juga semua orang menggunakan motor kok. Yang tidak boleh itu dia pakai mobil terus memakai BBM bersubsidi. Itu yang tidak boleh," ujarnya.

Menurutnya saat ini seharusnya yang menggunakan mobil harus diedukasi untuk memakai BBM nonsubsidi. "Kalau tidak dilakukan, otomatis tahun depan juga bakal jebol kuota BBM kita. Kan gini secara logika nambah mobil juga pasti nambah BBM kan," jelasnya.

Dirinya mengatakan, misalnya pengendara mobil tidak mampu membeli BBM subsidi maka beralih ke gas. "Tetapi tidak mungkin lah kalau yang bawa mobil itu orang yang tidak mampu," tegasnya.

Oleh sebab itu dengan jebolnya kuota BBM bersubsidi tersebut pemerintah berpotensi mengeluarkan dana tambahan Rp10 triliun. "Untuk menutup kekurangan tersebut, setidaknya pemerintah harus keluarkan Rp10 trilun untuk sebulan ke depan," ujar Anggota DPR RI Komisi VII Satya W Yudha.

Dia menjelaskan dana tambahan tersebut bisa saja diambil pemerintah dari dana hibah dan utang luar negeri. Meski begitu, dia tidak setuju jika kekurangan tersebut harus ditutup dari sisa anggaran kementerian atau dari utang.

Guna menghindari jebolnya kuota BBM bersubsidi di 2012 maka pemerintah mengajak seluruh para pemakai kendaraan bermotor untuk beralih ke gas atau energi alternatif lainnya. Menteri Keuangan Agus Martowardojo menjelaskan pembatasan dan pengendalian BBM ini sedang dibahas bersama Kementerian ESDM sehingga diharapkan kuota BBM tahun depan tidak akan terlampaui. (wdi)
(rhs)